Selasa, 31 Maret 2009

Dangdut dan Kampanye Parpol

Ada fenomena menarik di musim kampanye pemilu kali ini. Dangdut yang selama ini masih menjadi musik yang dipandang sebelah mata baik oleh masyarakat biasa maupun masyarakat berkelas, sekarang sedang naik daun. Hampir seluruh partai politik peserta pemilu 2009, baik partai yang mengklaim sebagai partai religius maupun nasionalis sama-sama memakai jasa musik dangdut demi meramaikan kampanye partainya. Bahkan kehadiran artis dan musik dangdut lebih menjadi magnet penarik yang kuat bagi konstuen partai dari pada juru kampanye parpol yang bersangkutan. Dangdut diangap lebih efektif untuk menarik massa dalam jumlah besar dalam kampanye.
Pertanyaannya adalah apakah fenomena ini juga akan terus berlanjut masa kampanye berakhir? Jawabannya pastilah tidak. Kita sangat paham dengan kelakuan para politisi negeri ini yang gemar menjadikan rakyat sebagai isu jualan politik yang sangat memikat, tapi begitu hajatan pesta demokrasi berakhir maka rakyat akan ditinggalkan begitu saja. Kenyataan ini pun pasti akan berlaku bagi musik dangdut yang segera dicampakkan usai pemilu berakhir.
Kepada para artis dangdut sadarlah, bahwa kalian sedang dimanfaatkan, jadi berdangdutlah dengan sopan jangan mengumbar goyang erotis dihadapan ribuan massa. Gunakanlah ini sebagai kesempatan yang baik untuk menunjukkan bahwa dangdut bisa ikut membangun bangsa bukan malah merusaknya.

2 komentar:

  1. setelah menyimak beberapa acara kampanye,memang benar artis dangdutlah yang banyak dilibatkan.

    BalasHapus
  2. Viva dangdut ntuk para dangduters

    BalasHapus